Cerita Inspirasi Pribadi

Cerita ini saya buat dari inspirasi pengalaman saya sendiri. Awal ceritanya pada saat saya sedang ada masalah dirumah, mungkin karna banyaknya tugas disekolah, dan belum lagi dirumah pulang sekolah harus bersih – bersih ataupun mengerjakan pekerjaan dirumah yang biasa menjadi alasan mengapa pembantu begitu dibutuhkan.

Terbenak dipikiran untuk lari dari rumah dan tinggal dikos teman untuk sementara  waktu. Akhirnya malam itu rencana itu terwujud, saya lari dari rumah dan menuju kekos teman  dengan 2 tas rangsel, yang 1 berisikan baju – bajum dan 1 lagi berisikan buku – buku (walaupun lari tetap ingat sekolah). Malam itu saya lari Cuma izin sama orang tua untuk pergi belajar, tetapi pada pukul 22.00 WITA, saya belu kembali kerumah, orangtua sudah telfon ke handphone saya, namun saya tetap tidak mengangkat telfon itu. Malam itu dikos teman , saya menceritakan semua apa yang menjadi alasan mengapa saya lari dari rumah. Teman saya pun mengerti dengan alasan saya mengapa saya lari dari rumah. Pukul 23.45 saya lagi tidur – tiduran , tiba – tiba saya mendengar suara teman saya yang lagi mimpi, dia mengatakan, “ibu saya ingin sekali bertemu ibu, maafkan anakmu ini yang tidak pernah berbakti padamu ibu (sambil terdengar rintihan tangis), saya ingin sekali memeluk ibu kalau saja ibu ada didekat saya Bu, ingin sekali  saya mencuci kaki ibu dan meminum air cucian kak ibu, kalau saja saya masih bisa tidur dalam pangkuanmu ibu”. Sambil mendengar suara teman saya itu, saya tak hentinya menangis dalam hati saya begitu teriris, karna saya tahu bahwa teman saya itu sudah tidak memiliki seorang ibu, ibunya pergi meninggalkan dia pada saat dia masih TK. Saya teringat terus kata – kata teman saya itu, mengapa saya tidak pernah merasa bersyukur memiliki orang tua yang lengkap tanpa kurang satu pun. Saya sangat malu dengan teman saya, telah melakukan hal terbodoh didunia.

Subuhnya saya langsung pulang kerumah dengan tangis yang tak hentinya sampai dirumah, setibanya dirumah saya langsung memeluk ibu dan ayah saya, dan menciumi kaki mereka berdua. Dan menceritakan semau hal bodoh yang saya lakukan tadi malamnya. Mulai dari hari itu saya tidak pernah mengeluh lagi dengan apa yang orang tua bilang dan suruh, karna saya tahu ridho allah itu terletak pada ridho orangtua, dan murka allah itu terletak pada murka orangtua.

Dari pengalaman itulah muncul suatu inspirasi yang begitu besar dalam hidup saya dan dari pengalaman itulah saya mempunyai prinsip hidup “kecerdasan nomor sekian, ridho orang tua nomor satu”

Nama: Nardy Norman
Laskar/Panji: laskar 19/ panji 4
ANGKATAN 47

Cerita Inspirasi dari Sahabat

Cerita ini saya dapatkan dari pengalaman teman saya yang bernama “Alli” dia anak kedua dari empat bersaudara. Dia anaknya sangat ceria. Waktu itu disekolah lagi jam istirahat, saya melihat teman saya itu lagi duduk diam memandang langit, dia tidak seperti biasanya, padahal setiap jam istirahat dia pasti mnejaili teman – teman, sampai – sampai dia dikejar naik turun tangga sekolah.

Saya pun coba mendekati dia, sambil duduk disampingnya “hey Alli kamu kenapa kayak lesu begitu?”sapaku. “tidak dhy, Cuma saya sangat malu kemarin sama seekor anjing”.jawabnya, “ah? Malu kenapa? Sama anjing lagi?”tanyaku. Singkatnya kemarin ternyata dia lagi bertengkar hebat sama kakaknya, sampai – sampai ibunya yang pisahkan mereka bary mereka berhenti bertengkar. Selepas mereka bertengkar, Alli keluar rumah dengan sangat marah dan dia singgah dijembatan kecil dekat rumahx sambil melihat kesungai kecil dibawah jembatan itu, dia melihat seekor anjing tenggelam dalam sungai itu, memang sungai itu tidak begitu dalam namun tubuh anjing itu sangat kecil, sehingga anjing itu pun tenggelam, namun dipinggir sungai itu juga ada seekor anjing yang sedang gelisah memutar – mutar sambil terdiam sesekali melihat kesungai, padasaat itu Alli langsung mau turun kesungai itu untuk menolong anjing itu, namun langkahnya terhenti padasaat dia melihat anjing yang tadi dipinggir sungai itu lompat kesungai dan berenang menuju anjing kecil tadi yang lagi tenggelam, ternyata anjing itu menolong anjing kecil itu, anjing tadi mengigit leher anjing kecil itu, sambil anjing tadi berenang menuju daratan, akhirnya kedua anjing itu selamat sampai daratan, tidak lama anjing itu langsung bermain lagi dan menjauh dari sungai itu. Melihat kejadian itu Alli meneteskan air mata, dia tidak menyangka makhluk hidup yang lebih rendah derajat dari dia, ternyata memiliki harta yang paling berharga didunia (hati), yang saat itu Alli belum menemukan harta itu dalam dirinya. Sesaat dia langsung berlari kerumahnya dan langsung memohon maaf pada kakakx tadi dan juga ibunya. Dia begitu menyesal dengan apa yang dia lakukan tadi, dimana dia merasa dikalahkan dengan dua ekor anjing tadi.

Itulah cerita inspirasi dari teman saya Alli, yang mengubah pikiran dia untuk lebih banyak lagi belajar dari kehidupan.

Nama : Nardy Norman

Laskar/Panji: Laskar 19/ Panji 4

ANGKATAN 47

Pelatihan Blog Di Padi FKH IPB

27 July 2010

IPB Badge
Archives
kalender Masehi
June 2017
S M T W T F S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Categories
IPB Badge IPB Badge